Cerminilmu.com – Manusia hidup di dunia ini tidak hanya sebatas dunia saja, kenyataan yang akan dihadapi setelahnya adalah kematian yang akan terjadi pada setiap orang. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan oleh setiap orang adalah amalan untuk bekal di hari akhir.
Tidak ada yang tahu pasti kapan ajal menjemputnya, kapan kematian itu menghampirinya. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk terus melakukan banyak kebaikan sebagai penolong ia ketika ajal menjemput mereka. Kematian ini sifatnya pasti dan tidak bisa dinegosiasi oleh siapapun.
Hal ini juga terdapat dalam salah satu surah yang ada di Al-Qur’an yaitu QS Ali-Imran ayat 185 yang bacaanya :
Artinya : “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
Sudah ditegaskan di dalam Al-Qur’an bahwa setiap dari kita yang bernyawa akan kembali kepada-Nya melewati sebuah kematian yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, yang tidak abadi. Maka perbanyaklah bekal kebaikan yang dapat dijadikan sebagai penolong kamu di hari pembalasan nantinya.
Ustad Abdul Somad mengatakan pula dalam ceramahnya bahwa kematian itu menyakitkan,beliau menjelaskan :
“Silahkan bagi yang tidak percaya bahwa kematian itu menyakitkan, kau yang berkata kematian hanyalah tidur yang panjang ataupun ilusi silahkan. Ketika di sebelah kamu sudah ada fir’aun, namrud dan neraka jahannam, disanalah kau akan menyesal atas perbuatanmu” ungkapnya
Orang-orang yang tidak percaya akan kematian dan hanya menganggap kematian adalah sebuah hal yang biasa saja itu silahkan, namun dikatakan dalam ceramahnya bahwa nanti akan ada banyak manusia yang menyesal ketika hari kematian itu tiba.
Ditambahkan keterangan oleh Ustad Abdul Somad bahwa banyak manusia yang berteriak ingin dikembalikan ke dunia sebab ingin berubah. Mereka ingin shalat, mereka ingin mengaji dan mereka ingin tarawih.Namun, kesempatan itu sudah lewat dan tidak bisa diulang kembali oleh siapapun yang sudah bertemu dengan sebuah kematian.
Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT yang tidak pernah lelah untuk mengingatkan umatnya agar senantiasa mengingat kematian. Ketika seseorang selalu ingat dengan kematian maka orang tersebut akan lebih rajin dalam melakukan sebuah kebaikan. Terkait kematian ini, Rasulullah SAW bersabda :
“Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah, kemudian ia mengucapkan apa yang telah diperintah oleh Allah, innalillahi wa inna ilaihi rojiun (kita berasal dari Allah dan kepada-Nya pula kita akan kembali) Ya allah berilah aku pahala atas musibah ini dan berikanlah aku pengganti yang lebih baik daripadanya, kecuali Allah akan memberikan pengganti yang lebih baik untuknya” (Dari shahih muslim; kirab Al-Jana’iz, Sunan Abu Dawud).
Bagaimana Kematian dalam Pandangan Islam?
Dalam islam tentunya kematian diyakini sebagai suatu takdir yang harus dipercayai oleh umat islam. Kematian itu akan datang walaupun tidak ada satu orang pun yang mengetahuinya. Dalam QS An-nisa ayat 78 kematian yang pasti dijelaskan didalamnya :
Artinya : “Dimana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh. Jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata “Ini dari sisi Allah” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, maka berkata “Ini dari engkau (Nabi Muhammad)” katakanlah “Semuanya datang dari sisi Allah” Mengapa orang-orang itu hampir tidak memahami permbicaraan”
Ayat tersebut memiliki tafsir bahwa orang yang beriman akan menganggap bahwa kematian adalah salah satu bentuk istirahat bukan suatu bencana. Pandangan ini akan berbeda jika dilihat dari sisi orang yang ingkar.
Nabi Muhammad SAW selalu mengatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah ia yang terus mengingat kematian. Pada saat itu ada salah seorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW : Wahai rasul, siapakah orang yang terbaik dari orang yang beriman?
Tahukah kamu apa yang dijawab oleh Rasulullah SAW :
“Yang paling baik akhlaknya dan orang yang paling cerdas adalah orang yang senantiasa mengingat tentang kematian”
Berikut Hadits Rasulullah Tentang Pentingnya Mengingat Kematian
Rasulullah pernah berasabda bahwa ada tiga amalan yang tidak pernah terputus sekalipun kita sudah meninggal dunia. Hal ini dikutip dari buku yang ditulis oleh Dr. Muhammad Abdurrahim Az-Zaini. Ini penjelasannya :
“Jika manusia iru meninggal dunia, maka terputus amalannya kecuali tiga hal yaitu sedekah jariyah,, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang selalu mendoakannya” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abud Daud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i)
Semoga kita selalu senantiasa menjadi dan mendapatkan anak yang shaleh, orang yang rajin bersedekah dan senang berbagi ilmu kepada siapapun yang kita temui agar amal kita tidak terputus dan mampu menjadi penolong kita.
Rasulullah SAW selalu senantiasa mengingatkan umatnya untuk terus berbuat kebaikan dan hidup penuh dengan rasa semangat serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW bersabda : “Jadilah di dunia seperti kamu mengembara atau berjuang di jalan Allah dan anggaplah dirimu (termasuk) dari ahli kubur” (HR Abu Daud, Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Nabi Muhammad selalu mengingatkan umatnya untuk tidak bergantung dan buta akan kenikmatan yang ada di dunia karena ini hanyalah sementara.
Manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk selalu berbuat kebaikan selama hidup, karena kematian sudah pasti menghampiri kita. Cepat atau lambat, siap atau tidak siap kematian akan tetap menghampiri kamu.